Breaking News

Diperta Probolinggo Luncurkan GUS-PUK SAE, Wujudkan "1 Desa 1 Pusat Pupuk" Tahun 2026

Diperta Probolinggo Luncurkan GUS-PUK SAE, Wujudkan "1 Desa 1 Pusat Pupuk" Tahun 2026

 jatim.satusuara.co.id 

DRINGU,"- 15-April-2026 Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo terus berinovasi meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan. Melalui program SAE GUS-PUK, pihaknya menggelar rapat koordinasi pembentukan Bank Pupuk Desa dengan konsep “1 Desa 1 Pusat Pupuk” di Co Working Space (CWS) Penyuluh Pertanian, Selasa (14/4/2026).

Rakor ini diikuti oleh 99 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Probolinggo. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Sarana, Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian, Faiq El Himmah, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Eko Budi Santoso, serta Koordinator POPT Machmud.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, melalui Faiq El Himmah menjelaskan bahwa program SAE GUS-PUK hadir sebagai solusi komprehensif mengatasi berbagai tantangan di sektor pertanian. Mulai dari ketergantungan terhadap pupuk kimia, tingginya biaya produksi, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini mendorong transformasi pola pertanian dari konvensional menuju kemandirian. Caranya dengan memproduksi probiotik lokal, mengolah pupuk organik, serta membentuk bank pupuk desa yang terintegrasi,” ujar Faiq. 

Lebih jauh ia menuturkan, inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional maupun daerah untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal. Petani didorong memanfaatkan limbah organik seperti jerami, kotoran ternak, hingga sampah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk yang bernilai ekonomi. 

Sistem Bank Pupuk Desa dirancang untuk memudahkan distribusi, penyimpanan, hingga pertukaran pupuk organik antar petani. Program ini dinilai memiliki banyak keunggulan, mulai dari kemandirian pupuk, efisiensi biaya, hingga ramah lingkungan.

Keunggulannya sangat nyata, biaya produksi bisa ditekan hingga lima kali lipat dibandingkan menggunakan pupuk kimia. Selain itu, kualitas tanah juga akan semakin terjaga,” terangnya.

Secara bertahap, implementasi SAE GUS-PUK dilakukan mulai dari penyusunan konsep, pembentukan kelembagaan, pelatihan petani, pembangunan rumah pupuk, hingga proses produksi dan distribusi yang berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, kita tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga membangun sistem ekonomi sirkular di tingkat desa serta meningkatkan produktivitas pertanian secara menyeluruh,” tambahnya.

Diperta berharap melalui rakor ini, seluruh desa dapat segera merealisasikan Bank Pupuk Desa sebagai pusat layanan pertanian. Dengan demikian, kesejahteraan petani semakin meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh.

(Han)

© Copyright 2022 - jatim.satusuara.co.id