Bupati Haris Ajak Mahasiswa KKN BBK Unair Belajar Bersama Masyarakat Wujudkan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Tahun 2026
jatim.satusuara.co.id
KRAKSAAN – 13 juli 2026 Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengajak 200 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Angkatan 8 Universitas Airlangga (Unair) untuk menjadikan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam proses belajar bersama, guna mempercepat pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Ajakan tersebut disampaikan saat penyambutan mahasiswa di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (13/7/2026).
Turut mendampingi dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Gading Erwin Yulianto, Camat Pakuniran Hasan Zainuri, serta para Kepala Desa di lokasi penempatan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Bupati Haris menekankan bahwa konsep KKN BBK memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan model konvensional. Mahasiswa tidak datang sekadar menjalankan program yang sudah dirancang sebelumnya, melainkan terlebih dahulu menggali kebutuhan riil masyarakat untuk merumuskan solusi yang tepat sasaran.
"KKN BBK adalah konsep belajar bersama komunitas. Mahasiswa hadir untuk memahami situasi di lapangan, sehingga program yang lahir nanti benar-benar sesuai kebutuhan dan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," ujarnya.
Bupati Haris juga memaparkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Probolinggo di sektor pariwisata, pertanian, hingga kelautan. Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan yang perlu diselesaikan bersama, antara lain kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih perlu ditingkatkan, masalah stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta rata-rata lama sekolah.
"Kami memulai pemerintahan dengan berbagai catatan yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, kehadiran adik-adik mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmu sangat diharapkan untuk memberikan edukasi dan menjadi bagian dari percepatan perubahan di tengah masyarakat," terangnya.
Khusus terkait penanganan stunting dan kesehatan ibu serta anak, Bupati menegaskan peran edukasi masyarakat sangat krusial dan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis. Perubahan pola pikir perlu dimulai sejak masa pra-nikah, kehamilan, hingga masa 1.000 hari pertama kehidupan.
"Di sinilah peran mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat. Selain itu, saya berpesan agar tetap rendah hati. Jangan merasa lebih tahu, melainkan jadilah pembelajar yang memahami budaya dan kehidupan warga setempat," pesannya.
Bupati juga berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik Universitas Airlangga dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keperawatan Unair Prof. Dr. Hj. Yuni Sufyanti Arief menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ia mendorong mahasiswa menghadirkan inovasi nyata dan bersinergi lintas sektor.
"Kami berharap mahasiswa dapat berkontribusi tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal dan sumber daya manusia. Misalnya di Kecamatan Pakuniran fokus pada penurunan stunting, sedangkan di Kecamatan Gading dapat mengembangkan potensi lokal seperti produk gula aren dan penguatan UMKM," jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa untuk menjaga adab, etika, serta menghormati kearifan lokal sebagai kunci keberhasilan pengabdian.
Sebagai informasi, para mahasiswa akan ditempatkan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Gading dan Kecamatan Pakuniran yang mencakup 10 desa. Dengan latar belakang berbagai fakultas, pendekatan multidisiplin ini diharapkan mampu memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi permasalahan yang ada di masyarakat. (Hasyim)


Social Header