Breaking News

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Haris Tekankan Pengamalan Nilai Luhur dan Penataan Layanan Publik yang Berkeadilan Tahun 2026

jatim.satusuara.co.id 

KRAKSAAN,"- 1 Oktober 2026 Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026 dengan khidmat dalam upacara bendera yang digelar di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo, pada Kamis (1/10/2026). Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, diikuti seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Probolinggo. Peringatan tahun ini mengangkat tema besar: “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat, dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, serta para pimpinan perangkat daerah dan seluruh peserta upacara. Sebagai komandan upacara adalah Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Like Lidyawati, pembaca doa disampaikan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikdaya Massajo, pembaca teks Pembukaan UUD 1945 oleh Riska Indah Fitria, sedangkan pembaca teks Ikrar disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma. Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono bertindak selaku perwira upacara, dengan iringan musik Gita Wibawa Praja dari satuan Satpol PP Kabupaten Probolinggo.

Dalam kesempatan bersejarah tersebut, Bupati Haris secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Mutasi Guru kepada lima orang perwakilan dari total 189 pendidik, serta SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu kepada sepuluh orang perwakilan dari total 2.725 penerima.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menata tenaga pendidik agar penempatan lebih manusiawi sekaligus menjamin pemerataan layanan pendidikan hingga ke pelosok daerah.

Kami berupaya menciptakan kondisi kerja yang lebih layak, termasuk menata penempatan guru agar jarak antara tempat tinggal dan lokasi kerja lebih dekat dan manusiawi. Namun, kebutuhan guru di wilayah terpencil tetap menjadi prioritas. Jika tidak ada yang mau mengajar di sana, siapa yang akan mendidik anak-anak kita? Kita menata dengan keseimbangan: kemanusiaan dan kebutuhan pelayanan pendidikan sama pentingnya,” ujar Bupati Haris.

Dalam amanatnya, Bupati Haris menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan semata, melainkan nilai luhur yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan kebijakan pemerintahan sehari-hari.

Pancasila itu sakti jika kita amalkan, bukan jika kita sekadar hafal. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan harus menjadi pedoman kita dalam bekerja, beramanah, menyelesaikan perselisihan, maupun melayani masyarakat. Segala persoalan diselesaikan dengan musyawarah, berlandaskan persatuan, serta menghormati keberagaman sebagai anugerah yang mempersatukan kita,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur jalan yang berkualitas sebagai pendorong kesejahteraan masyarakat. Jalan yang baik bukan sekadar akses fisik, melainkan memiliki dampak berantai yang luas.

Jalan yang baik membawa dampak yang tak terhitung nilainya: biaya logistik pertanian turun, kendaraan masyarakat lebih awet, penggunaan bahan bakar lebih hemat, mobilitas lancar, dan pariwisata dapat berkembang.

Sebagus apa pun hasil bumi kita, jika jalan menuju ke sana rusak, nilainya akan berkurang. Pembangunan yang kita lakukan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Bupati Haris juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak. Salah satu fokus utama adalah menekan angka perkawinan dini serta memberikan perlindungan hukum yang tegas bagi anak dan istri dalam kasus perceraian.

Perkawinan dini adalah tantangan nyata di masyarakat. Kita tidak bisa sekadar melarang, tetapi harus membangun kesadaran bersama. Kami sedang menyusun konsep regulasi yang inspirasinya datang langsung dari usulan Forum Anak Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dipertegas. Jika ada pihak yang menelantarkan istri dan anak, maka ada konsekuensi hukum yang tegas. Keadilan harus ditegakkan,” ujarnya.

Bupati menutup dengan mengajak seluruh aparatur negara untuk menjadikan momen peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai titik balik untuk meningkatkan pengabdian.

Tidak ada yang lebih membanggakan selain pengabdian yang tulus. Mari kita gunakan amanah, fasilitas, dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita dengan sebaik-baiknya. Semoga Pancasila senantiasa menjadi kompas kita dalam melayani masyarakat Kabupaten Probolinggo yang kita cintai,” pungkasnya. (Red)


© Copyright 2022 - jatim.satusuara.co.id